NOW ON AIR NOW ON AIR

Sesame Street Bantu Anak-anak Timur Tengah Korban Perang


MOTION (12/4)Pihak Sesame Workshop, organisasi nirlaba AS yang membuat acara pertunjukan boneka di layar kaca untuk anak, Sesame Street, mengatakan akan mengirim boneka-boneka kesayangan Muppets ke beberapa negara di Timur Tengah untuk membawa keriangan dan membangun ketahanan pada anak-anak yang terdampak perang. Berbagai konflik di Timur Tengah berdampak buruk bagi anak-anak, bagian dari populasi yang paling rentan.


Jutaan anak di kamp pengungsian harus menghabiskan tahun-tahun awal dalam kehidupan mereka menghadapi konsekuensi mengerikan dari perang. Baca juga: Descendant of the Sun Buka Luka Lama Korban Perang Vietnam Dalam wawancara dengan VOA, Wakil Presiden Senior Sesame Workshop untuk Dampak Sosial Internasional, Shari Rosenfeld, mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Komite Penyelamatan Internasional untuk memberi pendidikan usia dini demi membantu anak-anak dan keluarga mereka mengatasi trauma akibat konflik.

"Kami akan mengirimkan dalam dua cara, yaitu langsung, layanan perorangan untuk 1,5 juta anak paling rentan, serta siaran pendidikan baru yang akan menjangkau 9,4 juta anak di Irak, Yordania, Lebanon, dan Suriah," kata Rosenfeld. Baca juga: Brad Pitt: Perang adalah Neraka  Rosenfeld mengatakan bahwa program tersebut akan menayangkan versi lokal Sesame Street untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan yang menarik, yang mencakup pelajaran membaca, bahasa, matematika, dan keterampilan sosial. Penyesuaian karakter Boneka-boneka untuk program itu tidak akan memakai nama-nama karakter populer seperti Elmo, Big Bird, dan Cookie Monster, tetapi akan memakai nama-nama setempat serta bahasa-bahasa Arab dan Kurdi.

"Konten kami tidak hanya tersedia melalui siaran televisi tradisional, tapi juga akan tersedia dalam berbagai digital platforms, seperti WhatsApp," kata dia. Baca juga: Man Down, Kisah Suram Veteran Perang yang Melelahkan Program tersebut juga akan memberi dukungan secara langsung kepada anak-anak dan orangtua di pusat-pusat pembelajaran yang dilengkapi materi-materi belajar sambil bermain, kata dia menambahkan.

Para pekerja terlatih dari program itu akan melakukan kunjungan rumah dan pelatihan untuk hampir 800 ribu pengasuh dalam rangka mengurangi dampak stres toksik pada anak hingga usia tiga tahun. Stres toksik terjadi ketika perkembangan otak anak terganggu karena mengalami kesengsaraan dalam waktu lama dan bisa menyebabkan masalah-masalah seperti melukai diri sendiri, percobaan pembunuhan, dan perilaku agresif.

Save the Children, lembaga swadaya masyarakat untuk hak-hak anak, tahun lalu menemukan jutaan anak Suriah yang terpapar peperangan, sekarang menderita stres toksik dan membutuhkan bantuan segera untuk mencegah agar kerusakan menjadi tidak bisa diperbaiki. UNICEF (United Nations Children's Fund) memperkirakan 1,7 juta anak Suriah tidak bersekolah dan 2,5 juta anak Suriah hidup sebagai pengungsi dan atau melarikan diri untuk menyelamatkan diri.


Sumber : Kompas.com




CONNECT WITH US